Menu ✖

Mode Gelap

FOMO di Era Digital: Mengapa Kita Selalu Merasa Tertinggal dari Orang Lain?

19 Okt 2026


					FOMO di Era Digital: Mengapa Kita Selalu Merasa Tertinggal dari Orang Lain? Perbesar

DIGIdaily | Pernah merasa hidup orang lain terlihat lebih menyenangkan dibandingkan kehidupanmu sendiri? Saat membuka Instagram, teman sedang liburan ke luar negeri. Ketika melihat TikTok, ada orang yang sukses membangun bisnis di usia muda. Belum selesai membandingkan diri, muncul tren baru yang membuatmu merasa harus ikut supaya tidak dianggap ketinggalan zaman.

Kalau pernah mengalami hal tersebut, bisa jadi kamu sedang merasakan FOMO atau Fear of Missing Out.

FOMO merupakan perasaan khawatir tertinggal dari pengalaman, informasi, atau aktivitas yang sedang dinikmati orang lain. Fenomena ini semakin mudah muncul di era digital karena media sosial memungkinkan kita melihat berbagai aktivitas orang lain hampir setiap saat.

Sebenarnya, mengikuti perkembangan terbaru bukan sesuatu yang salah. Namun, jika kebiasaan tersebut membuat kita terus membandingkan diri, merasa kurang bahagia, atau takut melewatkan sesuatu, FOMO bisa menjadi masalah yang perlu diperhatikan.

Lantas, mengapa FOMO semakin dekat dengan kehidupan generasi muda? Bagaimana cara mengatasinya agar kita tetap bisa menikmati media sosial tanpa merasa tertekan?

Apa Itu FOMO di Era Digital?

FOMO adalah perasaan takut kehilangan kesempatan atau tertinggal dari pengalaman yang dianggap penting oleh orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan ini bisa muncul ketika seseorang merasa harus selalu mengetahui tren terbaru, mengikuti kegiatan teman, atau memantau media sosial agar tidak melewatkan informasi.

Di era digital, FOMO semakin mudah muncul karena informasi tersedia sepanjang waktu. Notifikasi, unggahan teman, video viral, hingga berita tentang pencapaian orang lain membuat kita terus menerima rangsangan untuk memeriksa smartphone.

Misalnya, kamu sedang beristirahat di rumah, lalu melihat unggahan teman yang sedang menghadiri konser. Tanpa disadari, kamu mulai berpikir bahwa akhir pekanmu kurang menyenangkan karena tidak melakukan hal serupa.

Padahal, menikmati waktu di rumah bukan berarti hidupmu membosankan. Setiap orang memiliki kebutuhan, kondisi keuangan, prioritas, dan cara menikmati waktu luang yang berbeda.

Mengapa FOMO Sering Terjadi pada Generasi Muda?

1. Media Sosial Membuat Kita Mudah Membandingkan Diri

Media sosial sering menampilkan momen terbaik seseorang, mulai dari liburan, pencapaian karier, hubungan romantis, hingga gaya hidup yang terlihat menarik.

Ketika melihat unggahan tersebut berulang kali, kita bisa merasa kehidupan sendiri kurang istimewa. Apalagi jika membandingkan proses hidup yang sebenarnya penuh tantangan dengan unggahan orang lain yang hanya memperlihatkan hasil akhirnya.

Kebiasaan ini dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kepuasan terhadap kehidupan. Karena itu, penting untuk menyadari bahwa media sosial tidak selalu menggambarkan kenyataan secara utuh.

2. Takut Ketinggalan Tren Viral

Tren digital bergerak sangat cepat. Hari ini ada tantangan TikTok yang ramai diikuti, besok muncul gaya berpakaian baru, dan minggu depan mungkin ada produk yang dianggap wajib dimiliki.

Sebagian orang akhirnya mengikuti tren bukan karena benar-benar menyukainya, melainkan takut dianggap kurang gaul atau tidak mengikuti perkembangan zaman.

Jika terus dibiarkan, kebiasaan tersebut bisa mendorong belanja impulsif dan membuat kita menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan pribadi.

3. Keinginan Mendapatkan Pengakuan Sosial

Jumlah like, komentar, dan pengikut terkadang dijadikan tolok ukur popularitas di dunia maya. Ketika unggahan tidak mendapatkan respons sesuai harapan, seseorang bisa merasa kecewa atau menganggap dirinya kurang menarik.

Padahal, nilai diri tidak ditentukan oleh seberapa banyak orang menyukai konten yang kita bagikan. Respons di media sosial juga dipengaruhi banyak hal, termasuk waktu unggahan, algoritma, dan jenis konten.

Dampak FOMO terhadap Kesehatan Mental

FOMO tidak selalu menyebabkan gangguan kesehatan mental. Namun, jika berlangsung terus-menerus dan memengaruhi kehidupan sehari-hari, perasaan ini dapat menimbulkan sejumlah masalah.

Salah satunya adalah kecemasan dan stres. Keinginan untuk terus memeriksa notifikasi atau mengikuti perkembangan terbaru dapat membuat pikiran sulit beristirahat.

FOMO juga bisa mengganggu konsentrasi. Ketika sedang belajar atau bekerja, seseorang mungkin berulang kali membuka media sosial karena takut melewatkan informasi penting.

Dampak lainnya adalah ketidakpuasan terhadap kehidupan sendiri. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain dapat membuat pencapaian pribadi terasa kurang berarti, meskipun sebenarnya sudah banyak hal positif yang berhasil diraih.

Dalam beberapa situasi, FOMO juga mendorong seseorang mengeluarkan uang di luar kemampuan demi mengikuti tren atau mempertahankan gaya hidup tertentu.

5 Cara Mengatasi FOMO di Era Digital

1. Batasi Waktu Menggunakan Media Sosial

Mulailah dengan memantau screen time untuk mengetahui berapa lama kamu menggunakan media sosial setiap hari. Setelah itu, tetapkan batas waktu yang realistis.

Kamu juga bisa mematikan notifikasi yang tidak penting agar tidak terus terdorong membuka smartphone. Langkah sederhana ini membantu mengurangi gangguan dan memberikan lebih banyak waktu untuk aktivitas lain.

2. Berhenti Membandingkan Kehidupan dengan Orang Lain

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Pencapaian teman tidak membuat pencapaianmu menjadi kurang berarti.

Daripada terus membandingkan diri, cobalah mencatat kemajuan pribadi, sekecil apa pun. Misalnya, berhasil menyelesaikan pekerjaan, belajar keterampilan baru, atau meluangkan waktu bersama keluarga.

3. Pilih Konten yang Memberikan Manfaat

Tidak semua akun perlu diikuti. Jika konten tertentu membuatmu terus merasa rendah diri, cemas, atau terdorong membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan, pertimbangkan untuk berhenti mengikuti atau membisukannya.

Sebaliknya, ikuti akun yang memberikan inspirasi, pengetahuan, hiburan sehat, dan informasi yang relevan dengan kebutuhanmu.

4. Nikmati Aktivitas di Dunia Nyata

Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan tanpa harus mendokumentasikannya di media sosial. Kamu bisa berolahraga, membaca buku, memasak, bertemu teman, atau menikmati waktu bersama keluarga.

Belajar menikmati momen tanpa memikirkan respons orang lain dapat membantu mengalihkan perhatian dari validasi digital menuju pengalaman yang benar-benar bermakna.

5. Tentukan Prioritas dan Kebutuhan Pribadi

Sebelum mengikuti tren atau membeli produk viral, tanyakan pada diri sendiri: apakah saya benar-benar menginginkannya, atau hanya takut ketinggalan?

Pertanyaan sederhana ini membantu kita mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan, bukan tekanan sosial. Kamu tidak harus mengikuti semua tren untuk tetap relevan di era digital.

Nah, Apa Kamu masih FOMO?

FOMO di era digital merupakan fenomena yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda karena media sosial membuat kita terus terpapar aktivitas, pencapaian, dan tren orang lain. Jika tidak dikelola dengan baik, kebiasaan ini dapat memicu kecemasan, mengurangi rasa percaya diri, dan mengganggu keseimbangan hidup.

Cara mengatasinya bisa dimulai dengan membatasi penggunaan media sosial, memilih konten secara bijak, berhenti membandingkan diri, serta memperbanyak aktivitas di dunia nyata. Ingat, kamu tidak harus mengikuti semua tren atau mengetahui setiap informasi untuk menjalani kehidupan yang bermakna. Nikmati prosesmu sendiri, karena hidup bukan perlombaan untuk selalu terlihat paling update di media sosial.[]

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Tim Redaksi badge-check

Author

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Smart Living: Cara Memanfaatkan Teknologi untuk Hidup Lebih Praktis

19 Oktober 2026 - 13:44 WIB

smart living era digital

Digital Detox: Cara Mengurangi Ketergantungan Gadget Tanpa Ketinggalan Informasi

19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

detox digital

Panduan Rutinitas Harian untuk Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

19 Oktober 2026 - 10:03 WIB

relaksasi

Cara Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital agar Tetap Seimbang

19 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Cara Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital agar Tetap Seimbang
Trending di LIfestyle

Tinggalkan Komentar


Chat via WhatsApp